Kamis, 18 Oktober 2012

Ancaman disintegrasi bangsa

Sk : menganalisis perjuangan bangsa Indonesia sejak proklamasi hingga lahirnya Orde Baru

 KD : Menganalisis perjuangan bangsa Indonesia dalam mempertahankan kemerdekaan dari
          ancaman  disintegrasi bangsa terutama dalam bentuk pergolakan dan pemberontakan ( antara
          lain : PKI Madiun 1948, DI/TII, Andi Azis, RMS, PRRI, Permesta, G.30.S/1965

Indikator ;1.1.1.Ancaman disintegrasi bangsa terutama dalam bentuk pergolakan dan pemberontakan
                          (antara lain: PKI Madiun 1948, DI/TII, Andi Aziz, RMS, PRRI, Permesta,
                           G.30.S.1965/PKI)

 Nilai-nilai sekolah : Solidaritas, Pencerahan/akal budi. Kerja keras, kejujuran

Karakter siswa yang diharapkan :
Religius, jujur, toleransi, disiplin, kerja keras, mandiri, demokratis, rasa ingin tahu, semangat kebangsaan, cinta tanah air, menghargai prestasi, bersahabat, cinta damai, gemar membaca, peduli lingkungan, peduli sosial, tanggung jawab.

Kewirausahaan / Ekonomi Kreatif :
Percaya diri (keteguhan hati, optimis).Berorientasi pada tugas (bermotivasi, tekun/tabah, bertekad, enerjik). Pengambil resiko (suka tantangan, mampu memimpin), Orientasi ke masa depan (punya perspektif untuk masa depan).

 ANCAMAN DISINTEGRASI BANGSA 

Semangat nasionalisme Indonesia dalam wujud rasa persatuan Indonesia sudah berlangsung sejak adanya kerajaan Sriwijaya dan Majapahit. Tapi kemudian memudar seiring dengan perjalanan waktu. Dengan usia Indonesia yang semakin bertambah, kondisi Indonesia semakin mengkawatirkan. Banyak pihak yang ingin mendapatkan keuntungan dirinya sendiri, sehingga disintegrasi sedang mengancam bangsa Indonesia Beberapa peristiwa yang mengancam itu antara lain:

Pemberontakan PKI,.di Madiun, Peristiwa Madiun 1948
a. Waktu : 1948, dengan memproklamasikan berdirinya Negara Republik Soviet Indonesia
b. Sebab  : Hasil kesepakatan perundingan Renville menguntungkan Belanda
 c. Pemimpin : Muso
d. Cara penumpasan : pemerintah mengajak rakyat untuk menentukan sikap untuk memilih
    Sukarno-Hatta atau Muso gerakan operasi militer I dan melakukan pembridelan terhadap beberapa
     surat kabar berhaluan komunis
e. Hasil : Seluruh kekuatan pemberontak dapat ditumpas dan kota Madiun dapat direbut kembali 30
               September1948.Muso dapat ditembak mati Amir Syarifuddin dan tokoh PKI/FDR dapat
               ditangkap dan dapat dijatuhi hukuman mati


DI/TII (Darul Islam/Tentara Islam Indonesia ) 
DI/TII terjadi bukan hanya di Jawa Barat tapi juga terjadi di berbagai daerah di Indonesia, yaitu

1. DI/TII di Jawa Barat
   a. Waktu : 14 Agustus 1947
   b. Latar belakang : Tidak sejalan dengan pemerintah RI ketika terjadi perundingan Renville yang
             dianggap merugikan pemerintah Indonesia
   c. Pemimpin : Sekarmaji Maridjan Kartosuwiryo
   d. Cara penumpasan : Melakukan Operasi Militer  taktik pagar besi menggunakan ratusan ribu
                                       tenaga rakyat untuk mempersempit ruang gerak

    e. Hasil : Pada tanggal 4 juni 1962 kartosuwiryo berhasil ditangkap di gunung beber oleh
                   pasukan    siliwangi
 
 2. DI/TII Kalimantan Selatan
·               a. Waktu  :Oktober 1950
·               b.  Latar belakang :Terjadi pemberontakkan kesatuan masyarakat tertindas
·               c. Pemimpin : Ibnu Hajar
·               d.  Cara mengatasi : Melakukan gerakan Operasi militer ke Kalimantan selatan
·              e.  Hasil : Pada tahun 1954 ibnu hajar di tangkap dan di hukum mati pada 22 maret 1955
             
 
 3. DI/TII Sulawesi Selatan
·                    a. 30 April 1950
·                    b. Latar  belakang : Banyak pemuda sulawesi yg tergabung dalam PRI sulawesi ikut       
                                             bertempur  untuk mempertahankan kota Surabaya
·                    c. Pemimpin :Kahar Muzakar  
·                    d. Cara penumpasan : Dilakukan penyergapan oleh pasukan TNI dan 
             e. Hasil :Kahar Muzakar tertembak mati